RSS

>Agomo Ageming Aji & Serat Wedhatama

15 Feb

>

Agama adalah baju alias pakaian. Yang namanya pakaian berarti harus dipakai dengan baik, harus bisa menutupi seluruh aurat. Pakaian sifatnya adalah pelindung diri dari panas dan dingin, tentunya ada tata cara alias tatanan alias ada undang-undang dasar. Jangan pula pakain ini dipaksakan untuk dipakai orang lain, karena jadi tidak akan pas meskipun sama-sama pakaianya, sama-sama ada lengan, kancing, kerah leher, saku dll. Bajuku jelas beda dengan baju anak-anakku, juga beda dengan baju istriku. Yang ada adalah himbauan, bukan paksaan, itupun harus disampaikan dengan cara yang baik dan tepat. Kalau tidak berada di tempat yang pas, anjuran itupun bisa jadi masalah. Kalau ndak percaya, ketika di Supermarket, anda ketemu cewek dengan rok pendek, kaos ketat, pusar kelihatan, dan lalu kasih nasehat, ntar kamu digampar. Lain ceritanya ketika berada di masjid atau tempat ibadah lainnya, nasehat itu akan diterima dengan baik dan lapang dada.

Agama bukan ritual alias tradisi karena kalau hanya ritual alias tradisi, maka selesai ritual selesailah sudah. Karena sifatnya ritual atau juga tradisi, maka ketika ritual tidak dilakukan, ya tidak ada sanksi apa-apa, namanya saja ritual alias upacara. Karena agama adalah ritual, maka jangan salahkah ketika selesai jamaah di masjid atau selesai pengajian lalu keliling kota, bawa motor, pentungan lalu menghancurkan warung-warung remang-remang, tempat diskotik sambil meneriakkan Allahu akbar.

Mingkar-mingkuring angkoro
Akarono karnan mardi siwi
Sinawung resmining kidung
Sinubo sinukarto.

Aduh Gusti pakertining ngelmu
ingkang tumrap ning ngalam dunyo
Agomo ageming aji.

Sopo entuk wahyuning Allah
Gyo dumilah mangulah ngelmu bangkit
Bangkit mikat reh mangukut

Kukutaning jiwanggo.
Yen mangkono keno sinebut wong sepuh
liring sepuh sepi howo, awas roroning atunggil

Hong wilaheng sekareng bhawono langgeng… Sekar mayang…
Hong wilaheng sekareng bhawono langgeng… Sekar kajang…
Hong wilaheng sekareng bhawono

Maksudnya:
Menghindarkan diri dari angkara. Bila akan mendidik putra. Dikemas dalam keindahan syair. Dihias agar tampak indah. Agar tujuan ilmu luhur ini tercapai. Ya Tuhan, kenyataannya, di dunia, agama dianut raja.

Barangsiapa mendapat anugrah Allah. Akan cepat menguasai ilmu. Bangkit merebut daya. Atas kesempurnaan dirinya. Bila demikian, ia dapat disebut orang tua. Artinya sepi dari nafsu kemurkaan (nafs al-muthmainnah; QS 89:27). Memahami apa yang dua dalam satu.

 
Leave a comment

Posted by on February 15, 2011 in KAWERUH, Tausyiah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: