RSS

>Keutamaan Sholawat Nur Dzat

13 Jan

>

Allaahumma shalli wasallim wa baarik ‘ala sayyidinaa Muhammadinin nuuridz dzaatii wassirrissaarii fii saairil asmaai wash shifaati wa’alaa aalihi washah bihii wasallim

Artinya :
Ya Allah berikanlah rahmat keselamatan dan berkah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW merupakan cahaya Dzat (Allah) dan merupakan raasia yang mengalir pada seluruh nama dan sifat dan berikanlah pula salam sejahtera, barokah atas keluarganya dan para sahabatnya.

Fadhilah :
Lafadz sholawat Nuridzzati disusun oleh Imam Syadzali, kata beliau satu sholawat nilainya sama dengan 100.000 sholawat.  Dibaca paling sedikit 3 x setelah shalat fardlu.

Konon dengan mendo’akan keselamatan kepada Nabi, Allah SWT akan mengutus para malaikat untuk ganti mendo’akan keselamatan kepada orang itu. Dalam beberapa hadist Rasullullah SAW banyak kita temukan berbagai keterangan tentang Afdalnya bershalawat. Diantaranya : “Setiap do’a itu Terdindingi, sampai dibacakan Shalawat atas Nabi “. (HR. Ad- Dailami).

Pada hadist yang lain yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nasa’I dan Hakim, Rasullullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca Shalawat untuk Ku sekali, maka Allah membalas Shalawat untuknya sepuluh kali dan menanggalkan sepuluh kesalahan darinya dan meninggikannya sepuluh derajat “.

Dalam Hadist yang diriwayatkan Ibnu Najjar dan Jabir, “Barangsiapa ber-Shalawat kepada Ku dalam satu hari seratus kali, maka Allah SWT memenuhi seratus hajatnya, tujuh puluh daripadanya untuk kepentingan akhiratnya dan tiga puluh lagi untuk kepentingan dunianya”.


Latar Belakang :
by. http://www.huttaqi.com
Salah satu pelajaran yang dinisbatkan pada Syech Syazili adalah pelajaran sholawat Annuurdzzaati, yang bunyinya,

“Allahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadinin nuuridzdzaatii was sirris saarii fii saairil asmaai washshifaati wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallim”

artinya
“Yaa Allah berikanlah rahmat, salam sejahtera dan keberkahan kepada junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad, cahaya Dzat (Allah) dan rahasia Yang mempunyai rahasia dalam seluruh nama dan sifat”

konon, sholawat ini merupakan ilham ruhi yang diterima oleh Syech Syazili dan kemudian diajarkan ke murid2 beliau, di dalam lingkup thoriqoh beliau..
Tetapi setelah kurang lebih hampir 500 tahun, sholawat ini ‘keluar juga dipermukaan’, dengan ditulisnya sholawat ini di dalam sebuah kitab,
kitab “Himpunan sholawat Nabi beserta khasiatnya” oleh Rafiudin, s. Ag dan Drs Maman A.Djaliel,

Dimana di dalam kitab ini ditulis sebagian kasiatnya adalah :
Shalawat ini untuk membuka rezeki dan untuk memudahkan rezeki, serta untuk pagar atau benteng badan..

Di dalam tradisi kuno pengajaran sholawat Nurdzat ini, yang sampai sekarang terus di ajarkan di beberapa thoriqoh, maka ilmu sholawt Nurdzat ini menjadi salah satu ilmu andalan yang biasanya jarang diberikan kepada murid.

Sebab mengandung beberapa hal yang berbahaya seandainya ilmu ini dimiliki tidak oleh orang yang sudah sabar…

Berikut ini pengalaman sebagian teman2 thoriqoh yang sudah memiliki pelajaran dari sholawat Nurdzat ini :

1. Pak Samiaji (bukan nama samaran) seorang dosen perguruan tinggi swasta di kota Malang jawa timur, adalah seorang murid sebuah thoriqoh. Beliau ini sudah mendapatkan pelajaran khusus sholawat Nurdzat. Sempat rajin dzikir dan ngaji beberapa waktu, setelah itu lama dia tidak lagi dzikir dan ngaji..bertahun2 rasa malas dan bosan melandanya. Sampai satu ketika, beliau camping dengan mahasiswa-mahasiswinya. Entah sebab apa, beliau memarahi seorang mahasiswi (bisa jadi karena mahasiswi itu tidak mentaati aturan camping yang di adakan), sebab di marahi oleh pak Samiaji, si mahasiswi sakit hati dan tidak terima atas marahnya pak Samiaji ini.

Kemudian ia pulang dan memanggil kakaknya yang memang brangasan. Si kakak tanpa pikir panjang, langsung mengambil rencong (senjata orang aceh) yang disimpan dalam lemarinya, kemudian naik beca dan mendatangi pak Samiaji di lokasi camping.’

“Mana yang namanya Samiaji !!” teriaknya
“Saya ” jawab pak Samiaji dengan polosnya
Tanpa ba bi bu, rencong ditarik dari sarungnya dan di babatkan ke tubuh pak Samiaji.
Begitu cepatnya kejadian sampai ia tertegun dan diam saja tak bergerak…
Baju yang dipakai pak Samiaji robek2 membentuk tebasan dan tusukan rencong, sementara gantian kemudian kakak si mahasiswi yang tertegun kaget dan takut tak keruan…

Tubuh pak samiaji sama sekali tidak mengeluarkan darah, sobek ataupun tergores saja tidak sedikitpun…

Mengetahui kejadiannya seperti itu, si kakak kemudian minta maaf pada pak Samiaji, sedangkan sampai malam hari pak Samiaji tidak bisa tertidur memikirkan kejadian siang hari itu yang sangat aneh baginya, dan kemudian ia teringat kembali masa-masa ketika ia mengaji dan mendalami ajaran tasawuf..
Kemudian petunjuk Tuhan datang, ia paham bahwa kejadian tadi siang adalah peringatan Tuhan kepadanya agar ia kembali rajin bertobat, dzikir, dan beribadah kepada Allah swt.
Dan kemudian sejak hari itu ia berubah menjadi lebih baik.

2. Namanya saya lupa, kakak dari temen saya, yang dulunya preman.Orang madura
Jaman dia sebagai seorang preman, biasanya bekal yang dibawa adalah pisau penghabisan yang disimpan di balik celana atau bajunya.

Kemudian orang ini taubat, mendekatkan diri pada Tuhan, dan oleh gurunya ia diberi pelajaran Sholawat Nurdzat. dulu berbekal pisau penghabisan, kini ia berbekal sisir obat ngganteng..he..he…

Ketika ia sedang melakukan perjalanan ke tempat gurunya, untuk pengajian, tiba-tiba musuh2 lamanya mencegat dia. Apalagi yang dituju kalau tidak membunuhnya. 5 orang dengan senjata clurit yang diputar puter..menimbulkan bunyi bersuitan nyaring…

Sekejap mata kemudian salah seorang dari mereka merangsek maju menyerang si kakak temen saya ini. Clurit sudah di ayunkan Sontak reflek, tanpa sadar ia meluncurkan tinjunya menjemput serangan maut itu.. entah apa yang terjadi, bukannya tangan yang terkena sabetan clurit, malahan clurit itu tak mampu menahan pukulan yang di beri doa sholawat Nurdzat ini… sungguh keanehan terjadi…duessss !!!…penyerang itu terpental 5 meter lebih terkena pukulan dan langsung pingsan, Sementara melihat itu, 4 temannya yang tadi takut kaget dan bergegas melarikan diri….

Sementara ia masih bingung dan heran melihat kejadian itu, ia meneruskan perjalanannya ke pengajian dan semakin kuat keinginannya untuk tetap di jalan yang benar seumur hidupnya. Sebab keyakinannya kini bertambah, bahwa “Allah akan melindungi hambaNya yang bertobat”

3. Salah seorang teman saya dulunya adalah pelatih sebuah persilatan tenaga dalam pernafasan yang sudah terkenal di seluruh nusantara ini.

Satu waktu di saat ia berlatih dengan murid2nya, isen saja dia sengaja tidak menggunakan pernafasan dari perguruan silatnya ini melainkan digantinya dengan membaca sholawat Nurdzat 1x.. wuah…5 orang murid2nya yang menyerangnya terpental jauh melebihi dampak dari ilmu pernafasan tenaga dalam yang sebelum ini dipunyai.

Agak kaget, dan setelah melihat begitu dahsyatnya ilmu doa sholawat yang dipelajarinya, setelah itu ia memutuskan untuk meninggalkan dunia persilatan dan perguruannya untuk menekuni bakti kepada Allah ta’ala.  itu hanya setetes dari lautan pengalaman yang pernah ada melalui hikmah pelajaran Sholawat Nurdzat yang di nisbatkan kepada Syech Syazili.

TENTANG THORIQOH SAZILIYYAH
Nama pendirinya yaitu Abul Hasan Ali Asy-Syazili, yang dalam sejarah keturunannya dihubungkan orang dengan keturunan dari Hasan anak Ali bin Abi Thalib, dan dengan demikian juga keturunan dari Sitti Fatimah anak perempuan dari Nabi Muhammad saw. Ia dilahirkan di Amman, salah satu desa kecil di Afrika dekat desa Mensiyah dimana hidup seorang wali besar sufi Abdul abbas al Marsi, seorang yang tidak asing lagi namanya dalam dunia tasawuf. Kedua desa itu terletak di daerah Maghribi.

Syazili lahir kira-kira dalam tahun 573 H.
Orang yang pernah bertemu dengan dia menerangkan bahwa Syazili memiliki perawakan badan yang menarik, bentuk muka yang menunjukkan keimanan dan keikhlasan, warna kulitnya yang sedang serta badannya agak panjang dengan bentuk mukanya yang agak memanjang pula. Jari-jarinya langsing seakan-akan jari2 orang Hejaz. Menurut Ibn Sibagh bentuk badannya itu menunjukkan bentuk seorang penuh dengan rahasia-rahasia hidup. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Abul Azaim, ringan lidahnya, sedap didengar ucapan-ucapannya, sehingga kalau ia berbicara maka pembicaraannya itu mempunya pengertian yang mendalam.

Tatkala orang bertanya kepadanya, mengapa ia dinamakan Syazili, ia menjawab bahwa pertanyaan semacam ini pernah dikemukakan kepada Tuhan dalam fananya.Konon Tuhan mengatakan “Ya Ali Aku tidak menamakan dikau dengan nama Syazili, tetapi dengan nama Syazz yang artinya “jarang” karena keistimewaanmu dalam berkhidmat kepadaKu”

Memang Syazili termasuk salah seorang sufi yang luar biasa, seorang tokoh sufi terbesar yang dipuja dan dipuji diantaranya oleh wali-wali kebathinan dalam kitab-kitabnya, baik karena kepribadiannya maupun karena fikiran2 dan ajaran2 nya. Hampir tak ada kitab tasawuf yang tidak menyebutkan namanya dan mempergunakan ucapan-ucapan yang penuh dengan rahasia dan hikmah untuk menguatkan sesuatu uraian atau pendirian. Dalam menggambarkan sifat2 Syazili, Muhammad al Maghribi menerangkan, bahwa Tuhan telah menganugrahkan kepada Syazili 3 perkara yang belum pernah dicapai oleh orang-orang sebelumnya dan oleh orang-orang sesudahnya yaitu dia dan penganut2nya tertulis namanya dalam Luh Mahfuz, bahwa orang2 yang majdzub diantara golongannya kembali kepada dasar kejadian manusia yang suci dan bahwa pada qutub-qutubnya berjalan abadi sampai hari kiamat.

Konon ia lahir sudah diumumkan oleh beberapa ulama sufi, bahwa akan lahir di Mesir seorang yang dinamakan Muhammad, yang akan mengadakan pembukaan ilmu dan rahasia kegaiban di tempat itu yang akan masyhur dan dikenal orang dalam zamannya, akan lahir seorang pemuda yang sangat tinggi adabnya dan perilakunya, bermadzab Hanafi bernama Muhammad bin Hasan, yang pada pipi sebelah kanan terbayang cahaya yang putih seperti awan yang warna kulitnya semu putih dan pada matanya terpancar cahaya yang gilang gemilang dan ia dilahirkan sebagai anak yatim yang miskin (sebagaimana dilahirkannya Nabi Muhammad saw dalam keadaan yatim dan miskin).

Memang sejak kecil Syazili telah menunjukkan sifat2 shaleh dan sufi. Ia memakai khirqah yang dianugrahkan dari dua orang gurunya yang terbesar. Seorang bernama Abu Abdullah bin Harazim dan yang seorang lagi bernama Abdullah Abdussalam ibn Masjisy, yang kedua-duanya penganut dari kholifah Abu Bakar Shiddiq dan dari Kholifah Ali bin Abi Thalib.

Dari sejarah hidupnya kita ketahui, bahwa ia pada waktu kecil pergi dari tempat lahirnya ke Tunis dan sesudah belajar beberapa waktu di sana, ia pergi ke negara-negara islam sebelah timur. Diantaranya mengunjungi Mekkah dan melakukan ibadah haji beberapa kali. Kemudian dari sanalah ia bertolak ke Irak.
Syazili menceritakan,”Tatkala aku masuk ke Irak pertama kali bergaul dengan Abul Fatah al Wasithi. Di arab terdapat banyak syech yang sedia mengajar. Tatkala aku minta ditunjukkan seorang guru yang berkedudukan qutub, orang mengatakan kepadaku, bahwa guru yang aku cari itu ada di negeriku sendiri. Maka kembalilah aku ke Magrib, sehingga dengan demikian aku bertemu guruku Abu Muhammad Abdussalam, yang sedang bertapa di atas puncak sebuah gunung. Aku segera mandi pada suatu mata air dibawah gunung itu dan tatkala aku keluar dari dalam telaga mata air itu, aku merasa ilmu dan amalku sudah bertambah. Aku segera mendekati gunung untuk menemui guruku itu sebagai seorang fakir yang mencari ilmu pengetahuan. Tatkala ia melihat kepadaku, ia lalu berkata,”Marhaban ya Ali !” Kemudian ia menceritakan panjang lebar tentang keturunanku sampai berhubungan dengan Rasulullah. Sedang aku mendengar dengan keheranan”.

Syazili dianggap sebagai seorang wali yang keramat. Diantara ceritanya mengenai persoalan ini, Syazili menerangkan bahwa di dalam sebuah mimpi pernah bertemu dengan Nabi Muhammad yang berkata kepadanya,”Hai Ali ! Pergilah engkau masuk ke negeri Mesir. Di sana engkau akan mendidik empatpuluh orang2 shiddiqin”

Oleh karena pada waktu itu hari sangat panas, Syazili konon mengeluh dengan katanya “Yaa Rasulullah! Hari sangat panas dan terik”, Nabi berkata “Ada awan yang akan memayungi kamu semua”. Aku berkata pula “aku takut akan kehausan”. Nabi menjawab ” Langit akan menurunkan hujan untukmu setiap hari”. Kemudian Nabi menjanjikan daku dalam perjalananku itu dengan tujuh puluh macam keramat”

Pada kesempatan lain Syazili menceritakan, bahwa tatkala ia mendatangi gurunya sebagai murid, lalu gurunya mengatakan kepadanya “engkau datang kepadaku karena ingin mendapatkan ilmu dan petunjuk dalam amal? Ketahuilah bahwa engkau ini adalah salah seorang daripada guru dunia dan akhirat yang terbesar!”.
Syazili mengemukakan keheranannya, dan lebih2 pula ia menjadi takjub tatkala ia sesudah beberapa hari tinggal di tempat itu, ia melihat pemberian Tuhan mengenai kecerdasan yang luarbiasa yang merupakan diluar adat kebiasaan dan yang merupakan keramat khusus baginya.

Tatkala pada suatu kali ia hendak menanyakan kepada gurunya tentang Ismul A’zam dengan tiba2 seorang anak kecil datang kepadanya dan berkata dengan lancarnya “Apa engkau hendak menanyakan gurumu tentang Ismul A’zam? Tidakkah engkau ketahui bahwa engkau sendiri Ismul A’zam itu?”

Sebuah tarekat yang terbentu menurut namanya “Syaziliyyah, merupakan suatu tarekat yang silsilahnya sambung menyambung sampai kepada Hasan anak Ali bin Abithalib melalui Ali bin Abi tholib sampai kepada Nabi Muhammad saw. Salah sebuah tarekat yang dikatakan termudah mengenai ilmu dan amal, mengenai ihwal dan maqam, ilham dan maqal dengan mudah dapat membawa pengikut2nya kepada jazab, mujahadah, hidayah asrar dan keramat. Tidak begitu berbeda dengan tarekat Naksyabandiah.

Menurut kitab2nya tarekat Syaziliyah tidak meletakkan syarat2 yang berat kepada Syech tarekat kecuali mereka harus meninggalkan semua perbuatan maksiat, memelihara segala ibadat yang diwajibkan, melakukan ibadat sunnat semampunya, dzikir pada Tuhan sebanyak mungkin, sekurang2nya seribu x sehari semalam, istighfar 100x, sholawat pada Nabi 100x sehari semalam serta beberapa dzikir lainnya. Kitab Syaziliyah meringkaskan sebanyak 20 adab, lima sebelum mengucapkan dzikir 12 dalam mengucapkan dzikir dan 3 sesudah mengucapkan dzikir..

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on January 13, 2011 in Hikmah, Ilmu NAQS, Tausyiah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: